Kisah Islam Seorang Perempuan Yang Mengetarkan Pintu Langit Ke tujuh


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Sahabat Seputar Islam,Pada Kesempatan Ini Kami Akan Membagikan Kisah Islam Seorang Perempuan Yang Mengetarkan Pintu Langit Ke tujuh.


Suatu hari Amirul Mukminin Umar bin Khattab sedang bepergian bersama kaum Quraisy. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang perempuan tua. Perempuan tua itu lantas meminta Umar berhenti. Dia lalu berbincang-bincang dengan Amirul Mukminin Umar Bin Khattab.

Lantas Ada seorang di antara rombongan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, apakah Tuan menghentikan langkah kami demi perempuan tua ini?
” Umar Bin Khattab lantas menjawab, “Celakahlah kamu!
Apakah kamu tahu siapa dia?
Seorang perempuan yang keluhannya didengar oleh Allah SWT .

Wanita ini adalah Khaulah binti Tsa’labah yang Allah turunkan ayat tentangnya dalam ayat ‘Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan kamu berdua.’ Demi Allah, jika dia berhenti sampai malam, aku tidak akan meninggalkannya kecuali untuk shalat lantas kembali kepadanya.

Siapakah wanita ini sehingga Umar begitu sangat menghormatinya?

Ada Suatu riwayat, disebutkan bahwa Khuwailah merupakan istri dari Aus bin Ash-Shamit, saudaranya.
Khuwailah Menceritakan, “Demi Allah dalam (permasalahan)ku dan Aus bin Ash-Shamit, Allah SWT telah menurunkan awal ayat surat al-Mujadalah. Saat itu, statusku adalah istrinya.

Ia seorang laki-laki yang telah tua renta, perilakunya telah berubah menjadi kasar dan suka membentak.

Suatu Ketika ia datang menemuiku, Kala itu aku membantahnya dengan sesuatu. Ia pun marah, lantas berkata, ‘Engkau ibarat pungung ibuku bagiku.’ Ia lalu keluar dan duduk di tempat kaumnya berkumpul.

Dan Beberapa saat kemudian ia masuk menemuiku dan saat itu ia menginginkanku Maka kukatakan padanya, Sekali-kali tidak.

Demi (Allah)Dzat Yang jiwaku berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, janganlah engkau mendekatiku. Engkau telah mengucapkan apa yang telah engkau ucapkan, sampai Allah dan Rasul-Nya memutuskan hukum dalam permasalahan kita.

Kemudian ia melompat hendak menangkapku. Aku menghindar darinya dan berusaha melawan dengan kekuatan seorang perempuan menghadapi lelaki tua lemah.

Ketika aku  berhasil mendorong tubuhnya dariku. Lalu aku keluar sehingga aku Pergi menemui Rasulullah, Maka aku duduk di hadapan beliau.

Kemudian akupun menceritakan semua apa yang telah kuhadapi dengan suamiku,Aku mengeluh pada beliau perihal perilaku kasar suamiku itu.

Rasulullah bersabda, Wahai Khuwailah! Anak pamanmu itu adalah seorang laki-laki yang telah tua. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah terhadap
suamimu!Maka Khuwailah berkata, Demi Allah, aku tidak beranjak dari sisi beliau sampai turun al-Qur’an.

Dan ketika itu Rasulullah Saw diliputi sesuatu dan diwahyukan kepada beliau. Lalu beliau berkata padaku, ‘Wahai Khuwailah! Allah telah menurunkan firman-Nya tentang permasalahanmu dan suamimu.’ Kemudian beliau membacakanku surat Al-Mujadilah ayat 1-4 (Baca Surat Al-Mujadilah)

Terkait dengan kejadian ini, disebutkan dalam sebuah riwayat, Aisyah berkata, “Maha suci Allah yang pendengaran-Nya meliputi segalanya. Aku mendengar ucapan Khaulah itu, sekalipun tidak seluruhnya. Dia mengadukan suaminya kepada Rasulullah katanya, “Rasulullah, suamiku telah menghabiskan masa mudaku dan sudah berapa kali aku mengandung karenanya.

Kini setelah aku menjadi tua dan tidak beranak lagi ia menjatuhkan zihar kepadaku! Ya Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu.

Ketika itu istri Rasulullah (aisyah) R.A berkata: Tiba-tiba malaikat Jibril turun membawa ayat-ayat ini: “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengadu kepadamu tentang suaminya (yakni Aus bin Shamit).” (QS. al-Mujadilah: 1). Ia (Khaulah) berpegang teguh terhadap peraturan agama karena pada saat itu zihar dianggap sebagai thalaq.

Maka, tatkala Aus bin ash-Shamit, suami tua menziharnya lantas menginginkannya kembali, Khaulah tidak serta-merta mau,bahkan mengadukan permasalahannya kepada Rasulullah sampai-sampai turun ayat yang menjawab permasalahan itu. wallahu a'lam bishawab

Demikianlah  Kisah Wanita Yang Yang Mengetarkan Pintu Langit Ketujuh,semoga dapat menginspirasi kaum wanita lain. Sekian terima kasih.



0 Response to "Kisah Islam Seorang Perempuan Yang Mengetarkan Pintu Langit Ke tujuh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel