Larangan Bagi Orang Yang Berqurban


Pada kesempatan kali Seputarislam.id akan menginfomasikan tentang larangan bagi orang yang berkurban.pada saat seseorang hendak berqurban dan memasuki bulan Dzulhijjah maka baginya agar tidak memotong/mengambil rambut, kuku, atau kulitnya sampai hewan qurbannya disembelih, sebagaimana hadits Ummu Salamah Radhialahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
Apabila telah masuk bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berqurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya.
(HR. Ahmad dan Muslim)

Dalam lafadh (redaksi) hadist lain:
Maka janganlah ia menyentuh (mengambil) sedikitpun dari rambut dan kulitnya sehingga ia menyembelih hewan qurbannya.

Hadist diatas hanya berlaku bagi orang yang berqurban saja, tidak termasuk istri-istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berqurban.Dan diperbolehkan membasahi rambut atau keramas meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

Hukum Memotong Kuku dan Rambut Pada Bulan Dzulhijjah Bagi Yang Hendak Berqurban
Dalil yang dijadikan landasan dalam masalah ini adalah hadits Ummu Salamah dan Aisyah Radhiyallahu 'Anhuma.
Hadits Ummu Salamah riwayat Muslim berupa larangan.
Hadits Aisyah riwayat Bukhari dan Muslim tidak ada larangan.
Kesimpulannya ada tiga pendapat;

  • Haram.,Ini pendapat Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah.
  • Makruh, tidak haram., Ini pendapat Imam Syafi'i Rahimahullah dan Imam Malik Rahimahullah dalam salah satu pendapatnya.
  • Mubah.,Ini pendapat Imam Abu Hanifah Rahimahullah dan Imam Malik Rahimahullah dalam salah satu pendapatnya.

Fadhilatusy Syaikh Salman bin Fahd Al-Audah hafidhahullah menjelaskan bahwa pendapat yang menyatakan makruh, bukan haram, adalah pendapat yang paling adil, pertengahan dan paling mudah. Juga di dalamnya terkumpul semua dalil dalam masalah ini serta memperhatikan keadaan manusia, situasi dan kebutuhan mereka yang berbeda-beda.

Beliau juga berpendapat bahwa larangan ini belum berlaku ketika masih niat saja, akan tetapi berlaku setelah membeli hewan qurban dan menentukannya pada 10 hari pertama Dzulhijjah. Karena syari'at tidak mewajibkan sesuatu kepada seseorang dengan sekedar berniat saja.
Pendapat larangan memotong kuku dan rambut berlaku setelah membeli hewan qurban dan menentukannya pada 10 hari pertama Dzulhijjah ini juga merupakan pendapat Qatadah, Said bin Musayyab dan sebagian ulama madzhab Syafi’i.
Dalilnya adalah hadits Ummu Salamah riwayat Muslim berupa larangan dalam sebagian riwayatnya terdapat redaksi:

Barangsiapa telah memiliki hewan untuk disembelih (sebagai qurbannya) maka jika telah memasuki bulan Dzulhijjah janganlah ia menyentuh (mengambil) sedikitpun dari rambut dan kukunya sehingga ia menyembelih hewan qurbannya.

Hikmah dari larangan ini menurut sebagian Ulama adalah agar supaya ketika hewan qurban disembelih, orang yang berqurban dalam keadaan utuh seluruh bagian tubuhnya sehingga semuanya dimerdekakan dari api neraka. Sebagian yang lain berpendapat untuk menyerupai orang yang sedang ihram (haji atau umrah) dalam sebagian larangannya.

Memotong Rambut dan Kuku Bagi Jama'ah Haji yang Berniat Berqurban

Memotong rambut dan kuku adalah sunnah bagi yang hendak ber-ihram haji atau umrah, tetapi jika pada 10 hari pertama Dzulhijjah memotong rambut dan kuku adalah termasuk dalam larangan bagi yang hendak berqurban, jika berbenturan antara sunnah dengan larangan maka yang sunnah dikalahkan oleh larangan.Adapun ketika tahallul dari umrah bagi yang berhaji tamattu' maka wajib mencukur atau memendekkan rambutnya, jika berbenturan antara wajib dengan larangan maka larangan dikalahkan oleh kewajiban.

Demikian seputarislam.id merangkum larangan-larangan yang hendak berqurban Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua

0 Response to "Larangan Bagi Orang Yang Berqurban"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel